Jakarta, 6 Juni 2024 – Tepat satu hari setelah peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2024, umat Hindu kini merayakan Hari Tilem. Hari Tilem atau Bulan Baru, adalah momen sakral dalam kalender Hindu yang dirayakan setiap bulan. Ini adalah waktu di mana bulan tidak tampak di langit, menandakan akhir dari siklus bulan dan awal yang baru atau di sebut juga bulan mati (Krsna Paksa).
Hari Tilem yang berdekatan dengan Hari Lingkungan Hidup Internasional mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama untuk menjaga alam. Refleksi spiritual yang dilakukan pada Hari Tilem dapat menjadi inspirasi untuk tindakan nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Melalui upacara keagamaan dan kegiatan pelestarian alam, umat Hindu menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial.
Dalam kitab Sundarigama, diyakini Tilem sebagai waktu sakral karena merupakan waktu peralihan dari paroh gelap dan awal dari paroh terang. Pada saat Tilem, diyakini Dewa Matahari beryoga. Sehingga dimaknai bahwa saat Tilem ini merupakan waktu yang baik untuk melebur segala bentuk noda, melebur kotoran, kepapaan, penderitaan dan bencana yang menimpa diri manusia.
Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan Upacara Melukat. Upacara tersebut merupakan ritual penyucian diri dengan air suci. Ini adalah saat yang tepat untuk membersihkan diri dari energi negatif. Selain itu dapat mendengarkan renungan dharma sebagai upaya dalam melakukan refleksi dan introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hari Tilem yang jatuh sehari setelah Hari Lingkungan Hidup sedunia juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam. Umat Hindu menghormati alam dan segala isinya sebagai manifestasi Tuhan. Upacara persembahan berupa bunga, buah, dan daun kelapa dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur dan menghormati alam semesta yang memberikan kehidupan.
Oleh: Putu Asrinidevy, M.I.Kom
